Heritage of Java
javanese culture and society
Sign Up!
Login
Welcome to Heritage of Java
Wednesday, March 10 2010 @ 10:45 AM CST
Welcome to heritage of java!

Portal mengenai budaya Jawa!

Email Article To a Friend View Printable Version

Pengaruh Budaya Intelektual Hinduisme dan tumbuhnya Budaya Priyayi.

 

Diambil dari tulisan Prof DR Simuh – tahun 2000

Koentjacaraningrat mengatakan sebagai berikut :

Bukti-bukti tertua mengenai adanya negara-negara Hindu Jawa berupa prasasti-prasasti dari batu yang ditemukan di pantai utara Jawa Barat, kurang lebih 60 kilometer sebelah timur kota Jakarta di lembah sungai Cisadane. Walaupun tidak ada tanggal pada prasasti itu, tetapi dilihat dari bentuk dan gaya huruf India Selatan dari tulisannya dapat diketahui bahwa prasasti itu merupakan suatu deskripsi mengenai beberapa upacara yang dilakukan oleh seorang raja untuk merayakan peresmian bangunan irigasi dan bangunan keagamaan dalam abad ke-4 Masehi. Raja ini adalah orang Indonesia yang berusaha meniru gaya hidup India, dengan memakai nama-nama Hindu dan mengundang orang-orang Brahmana dari India sebagai konsultan yang dapat memperkenalkan peradaban intelektual dan kesusastraan Hindu di istananya (Coedes 1948). Ia agaknya memperoleh petunjuk-petunjuk dari para Brahmana tersebut mengenai organisasi upacara kerajaan, sebagai dasar dari suatu sistem kerajaan yang diperintah oleh seorang raja yang keramat. Kebudayaan intelektual Hindu itu mungkin telah mendominasi hampir seluruh Asia Tenggara pada waktu itu, tetapi pengaruhnya terbesar adalah terhadap masyarakat istana; sedangkan konsep-konsep Hindu hanya sedikit mempengaruhi masyarakat petani di daerah pedesaan, yang cara hidupnya barangkali tidak banyak berubah sejak berabad-abad yang lalu. (Koentjaraningrat, Kebudayaan Jawa, hal.38).

Forum Topic Last Post
Email Article To a Friend View Printable Version

Keunikan Interaksi Islam dan Budaya Jawa [2]

Ajaran di atas menunjukkan bahwa Mangkunegara IV berusaha agar orang-orang Jawa mengambil contoh tauladan laku utama kepada tokoh-tokoh orang Jawa sendiri, yakni Panembahan Senapati. Jadi tidak perlu jauh-jauh mencontoh kehidupan Nabi seperti halnya para santri yang kearab-araban. Jadi muatan politik untuk mempertahankan wibawa raja-raja Jawa melalui bidang sastra dan budaya Jawa sangat kentara.

Email Article To a Friend View Printable Version

Keunikan Interaksi Islam dan Budaya Jawa [1]

Oleh : Prof. Dr. Simuh

( diluncurkan pada acara Seminar Pengaruh Islam Terhadap Budaya Jawa, 31 Nopember 2000 )

Dari uraian selintas di bagian depan, terbayang bahwa tidak ada benturan yang berarti antara Islam dan budaya Jawa. Bahkan antara kedua belah pihak nampak saling mendukung dan saling membutuhkan. Para penyebar Islam yang umumnya dipimpin para sufi tidak punya ilmu untuk memerintah dan tidak ingin merebut pemerintahan dari tangan raja-raja Jawa.

Mereka hanya membutuhkan perlindungan ataupun bantuan dari pemerintah. Demikian pula para raja-raja Jawa sangat membutuhkan dukungan umat Islam yang sejak akhir kerajaan Majapahit telah merupakan kekuatan yang nyata. Bagi masyarakat pesantren, agama adalah nilai nomor satu dan segalanya; sebaliknya para penguasa dan pendukung sastra budaya Jawa, kedudukan dan kekuasaan politik yang nomor satu dan segalanya.

Email Article To a Friend View Printable Version

Wirid Saloka Jati

Wirit Saloka Jati digelar sebagai upaya para leluhur bangsa kita untuk menjabarkan keadaan jati diri kita. Sebagaimana kebiasaan leluhur nenek moyang kita, dengan tujuan agar supaya “kawruh lan ngelmu” lebih mudah dipahami para generasi penerus bangsa maka digunakanlah sanepa, saloka, kiasan, perumpamaan, dan perlambang. Dalam acara ritual atau upacara tradisi; perlambang, saloka, dan sanepa ini diwujudkan ke dalam ubo rampe atau syarat-syarat yang terdapat dalam sesaji.

Email Article To a Friend View Printable Version

Api di Bukit Menoreh 17 - SH. Mintarja

“Hem” orang bertopeng itu menarik nafas “Pedang yang aneh. Besar, tumpul namun runcing seruncing jarum. Kenapa kau membuat pedang seaneh ini?”
Widura tidak menjawab. Tetap ia menggeram. Terdengar giginya gemeretak. Namun ia masih tegak ditempatnya.
“Widura, kita akhiri pertempuran ini. Aku kembalikan pedangmu. Nah, berlatihlah terus” Kemudian kepada Agung Sedayu Kiai Gringsing itu berkata “Sedayu, kau harus bekerja lebih berat supaya muridmu ini menjadi lekas masak. Ketahuilah, bahwa Sidantipun selalu mendapat tempaan dari gurunya. Ki Tambak Wedi setiap saat mengunjunginya. Bukankah muridmu itu pimpinan laskar Pajang disini? Apabila Sidanti kelak melampauinya, maka wibawanya akan berkurang”

Email Article To a Friend View Printable Version

Api di Bukit Menoreh 16 - SH. Mintarja

“Kalau jawabku salah, maka aku tak tahu, dimana ia sekarang”
“Jangan bohong” potong Widura, ”Pada malam Untara hilang kau berada dirumah Ki Tanu Metir”
“He” Kiai Gringsing terkejut, dan Agung Sedayupun terkejut. Dari mana pamannya tahu, bahwa pada malam itu Kiai Gringsing berada dirumah Ki Tanu Metir. Dan ternyata Kiai Gringsing pun bertanya “Siapa yang berkata demikian?”

Email Article To a Friend View Printable Version

Api di Bukit Menoreh 15 - SH. Mintarja

Sore itu ketika Agung Sedayu pergi keperigi dibalakang rumah, dijumpainya Sekar Mirah sedang menjinjing kelenting. Gadis itu terkejut dan berdebar-debar. Dengan hormatnya ia menyapa “Selamat sore tuan”.

Email Article To a Friend View Printable Version

Api di Bukit Menoreh 14 - SH. Mintarja

Meskipun demikian Widura mempertimbangkan pula pendapatnya. Tanpa disengajanya, sekali lagi ia melihat akibat kekasaran Plasa Ireng dan Alap-alap Jalatunda. Kriya yang lemah itu kini masih berbaring dipembaringannya. Namun tiba-tiba pula ia menjadi heran. Luka itu terlalu berat. Namun penderitaan orang itu agaknya telah jauh berkurang. Karena itu tiba-tiba ia bertanya “Ki Sanak, apakah luka-lukamu tak pernah diobati?”

Email Article To a Friend View Printable Version

Lukisan Spesial ......

Lukisan tangan yang dibuat tahun 1903 ... lukisan ini sangat antik yaitu gambar Sri Sultan Hamengkubuwono VIII dan putri beliau BRAY Purboseputro ...

Email Article To a Friend View Printable Version

Contoh Motif Batik Yogyakarta

Beberapa Contoh Batik Motif Yogyakarta

Sing Anyar

whats new

What's New in Heritage of Java?

 Berbentuk Portal Berita

 Cerbung : Api di Bukit Menoreh

 Ada Info mengenai Keris/Tombak

 Menerima Sumbangan Tulisan

 Bagi Pecinta Budaya Jawa, Silahkan Bergabung

Sastra Jawa

Cache

Sastra Jawa .......

Kami coba mengumpulkan informasi mengenai Serat-serat Sastra Jawa seperti Centhini, Cemporet dan lain sebagainya sebagai referensi untuk yang membutuhkannya .....

 

Audio Record

whats new

Rekaman Aneka Audio

  Berisikan Rekaman :

 Mocopatan  - Tembang Mocopat

 Dagelan - Djoenaidi, Basiyo, Ludruk, Peyang Penjol

 Karawitan - Nyi Tjondrolukito dan lainnya

 Gending - Aneka Gending Jawa

Pusat Budaya

MooTools

Pusat Budaya

Keraton biar bagaimanapun tetap merupakan Pusat Budaya Jawa sampai saat ini, keberadaan Keraton lah yang menopang kelestarian budaya itu dari gempuran budaya luar yang saat ini lebih disukai oleh terutama kaum muda .....

 

Harapan

Widgets

Harapan Kami

Sederhana sekali harapan kami dengan adanya www.heritageofjava.com ini yaitu agar budaya Jawa tetap terlestarikan dan banyak yang bisa menyumbangkan sesuatu untuk tujuan tersebut.

Web ini adalah web pribadi tanpa terkait dengan pihak manapun tetapi sumbangan dan saran sangat diharapkan ..

Visit Our WEB

 
 
 
 
 

My Account





Sign up as a New User
Lost your password?

Events

There are no upcoming events

Who's Online

Guest Users: 2

Poll

Isi PORTAL mana yang menarik

What is the best new feature of glFusion?

  •  Audio
  •  Sastra Jawa
  •  Tokoh Jawa
  •  Gamelan
  •  Falsafah
  •  Tradisi Jawa
This poll has 1 more questions.
Other polls | 22 votes | 0 comments

What's New

Stories

No new stories

Comments last 2 days

No new comments

Trackbacks last 2 days

No new trackbacks

Links last 2 weeks

No new links

Files last 14 days

No new files
No new comments

Media Gallery last 7 days

No new media items